
Sungguh beruntung negeri Indonesia ini. Negeri yang memiliki banyak pesona alam luar biasa untuk dinikmati. Mulai dari pesona alam dataran tinggi, pegunungan, pantai, hingga kekayaan bawah lautnya yang beragam, membuat kagum setiap orang yang menikmatinya. Pesona alam Indonesia tidak kalah jika dibandingkan dengan pesona alam di luar negeri. Salah satu Pesona alam yang mengagumkan di negeri tercinta ini adalah
Dataran Tinggi Dieng (Dieng plateau)
Dataran Tinggi Dieng, atau banyak orang yang hanya menyebut dengan kata “Dieng”, adalah salah satu wisata alam yang menjadi andalan di provinsi Jawa Tengah. Secara administratif, Dieng mencakup Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Dan Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Dieng berada pada ketinggian 6.802 kaki atau 2.093 m dpl.
Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa. Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai di sana. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin, berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan sebuah kompleks gunung berapi dengan kerucut-kerucutnya yang terdiri dari : Bisma, Seroja, Binem, Pangonan Merdada, Pagerkandang, Telogo Dringo, Pakuwaja, Kendil Sikuunir dan Prambanan.
Sedangkan Lapangan fumarola terdiri atas Kawah Sikidang, kawah Kumbang, kawah Sibanteng, Kawah Upas, Telogo Terus, Kawah Pagerkandang, Kawah Sipandu, Kawah Siglagah dan Kawah Sileri.
Banyak tempat menarik yang layak dikunjungi di dataran tinggi dieng. Mulai dari kawah yang masih aktif, telaga, hingga beberapa candi yang merupakan bangunan Hindu tertua di Jawa Tengah yang dibangun sekitar abad ke tujuh, lebih tua dari prambanan yang dibangun pada abad ke delapan.
Berikut ini kawah yang ada di dataran tinggi dieng :
1. Kawah Sibanteng
Sibanteng terletak di Desa Dieng Kulon. Kawah ini pernah meletus freatik dua pada bulan Januari 2009, menyebabkan kawasan wisata Dieng harus ditutup beberapa hari untuk mengantisipasi terjadinya bencana keracunan gas. Letusan lumpurnya terdengar hingga 2km, merusak hutan milik Perhutani di sekitarnya, dan menyebabkan longsor yang membendung Kali Putih, anak Sungai Serayu.
2. Kawah Sikidang
Kawah Sikidang adalah kawah yang paling populer dikunjungi wisatawan karena paling mudah dicapai. Kawah ini terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Karena seringnya berpindah-pindah seperti rusa/kidang, maka orang2 sekitar menyebutnya kawah sikidang (anak Kijang).
3. Kawah Pagerkandang
Bila dilihat morfologinya dapat disimpulkan sebagai bekas kawah gunung berapi yang berbentuk kerucut. Tubuh gunung telah runtuh akibat letusan dan punggung di sebelah utara sampai barat laut menjadi terbuka dan keluarlah bahan letusan kegiatan vulkanik
4. Kawah Sileri
Kawah Sileri adalah kawah yang paling aktif. Pada aktivitas freatik terakhir muncul tiga katup kawah yang baru disertai dengan pancaran material setinggi 200 meter. Juga merupakan cekungan yang terisi oleh bahan letusan dari Pagerkandang (tahun 1944). Dari morfologinya terlihat bahwa kawah ini merupakan lubang peletusan pindahan dari Kawah Pagerkandang. Kawah Sileri merupakan kawah terluas. Air kawahnya bergolak, mendidih persis seperti bekas cucian beras yang dalam bahasa Jawa disebut Leri, sehingga dinamakan Sileri.
5. Kawah Sinila
Kawah Sinila terletak di Pekasiran. Kawah Sinila pernah meletus pada pagi hari 20 Februari 1979. Gempa yang ditimbulkan membuat warga berlarian ke luar rumah, namun kemudian terperangkap gas yang keluar dari Kawah Timbang akibat terpicu letusan Sinila. Sejumlah warga (149 jiwa) dan ternak tewas keracunan gas karbondioksida yang terlepas dan menyebar ke wilayah pemukiman.
6. Kawah Candradimuka
Kawah ini bukan merupakan kawah gunung berapi, melainkan pemunculan solfatar dari rekahan tanah. Terdapat dua lubang pengeluaran solfatar yang masih aktif, salah satunya mengeluarkan solfatar terus menerus sedangkan yang lain secara berkala. Tempat ini dipakai untuk Upacara Ritual Ruwatan 1 Suro. Terletak di desa Pekasiran Batur Banjarnegara.
Selain kawahnya yang menimbulkan rasa penasaran, Dieng juga memiliki beberapa telaga yang pemandangannya sangat menakjubkan. Berikut ini telaga yang ada di dataran tinggi dieng :
1. Telaga Merdada
Telaga Merdada dahulu merupakan kepundan (kawah gunung berapi yang kemudian terisi air hujan) air dari telaga itu dapat dipergunakan untuk kebutuhan penduuduk Desa Karang Tengah.
2. Telaga Sewiwi
Telaga ini bukan merupakan bekas kawah melainkan pemunculan air tanah dari bukit bukit sekitarnya ditambah air hujan, sehingga terjadilah telaga. Sekarang telaga ini berkurang airnya.
3. Telaga Balekambang
Terletak di Kompleks Candi Pendowo, untuk menghindari bahaya banjir yang dapat merusak candi candi, penduduk membuat saluran pembuangan air kesungai Dolok. Saluran tersebut diberi nama Gangsiran Aswatama.
4. Telaga Warna dan Telaga Pengilon
Kedua telaga ini dulu merupakan satu telaga saja, karena terbendungnya Sungai Tulis oleh lava, maka telaga tersebut terpisahkan menjadi dua sampai sekarang.Telaga ini juga telaga yang paling ramai dikunjungi karena letaknya yang strategis.
5. Telaga Dringo
Nama Dringo didapat dari tumbuhnya dringo di sekeliling telaga tanpa ditanam orang. Telaga itu juga merupakan bekas kawah yang meletus pada tahun 1786. Terletak di desa Pekasiran dan sejalur dengan kawah candradimuka.
6. Telaga Cebong
Telaga ini merupakan cekungan dikelilingi oleh perbukitan. Air tanah bukit bukit itu mengisi cekungan tersebut. Air telaga digunakan untuk keperluan sehari hari oleh penduduk Sembungan.
7. Telaga Menjer
Merupakan telaga alam terluas di Kabupaten Wonosobo. Berada di ketinggian 1300 meter diatas permukaan laut, dengan luas 70 Ha dan kedalaman 45 meter. Telaga Menjer terletak didesa Maron Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo 12 km sebelah utara kota Wonosobo.
Berdasarkan temuan Prasasti Situs Dieng diperkirakan dibangun abad VII – XIII Masehi. Sebagai kebaktian kepada Dewa Syiwa dan Sakti Syiwa ( istri Syiwa ). Komplek candi dibangun di bekas cekungan sisa kawah. Candi-candi tersebut merupakan bangunan Hindu tertua di Jawa Tengah yang dibangun sekitar abad ke tujuh, lebih tua dari prambanan yang dibangun pada abad ke delapan.
Berikut ini beberapa candi yang ada di dataran tinggi dieng :
1. Kompleks Candi Arjuna
Terdiri dari 5 candi. Deret sebelah timur adalah Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Putadewa dan Candi Sembadra. Berhadapan dengan Candi Arjuna adalah Candi Semar yang terletak sendiri di sebelah barat. Pada candi-candi tersebut digambarkan dewa-dewa pendamping Dewa Siwa. Hanya di candi Srikandi terdapat gambar Dewa Brahma, Siwa dan Wisnu.
2. Candi Gatotkaca
Terletak di kaki bukit Pangonan (Bukit tempat penggembalaan) terdapat Makara yang khas berupa wajah raksasa yang menyeringai tanpa rahang bawah.
3. Candi Bhima
Mempunyai penampilan yang khas, pada bagian atapnya mirip dengan bentuk Shikara seperti mangkuk yang ditelungkupkan.
4. Candi Dworowati
terletak di utara dan didirikan di Bukit Perahu dengan ukuran 5m x 4m dan tinggi 6m.
Dan beberapa candi lain seperti Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan Candi Setyaki.
Selain tempat wisata tadi, masi ada beberapa tempat yang layak dikunjungi dan tidak kalah menariknya dengan tempat-tempat diatas tadi. Obyek lainnya antara lain :
1. Museum Dieng Kailasa
Menyimpan artefak dan memberikan informasi tentang alam, masyarakat Dieng, serta warisan arkeologi dari Dieng. Memiliki teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), panggung terbuka di atas atap museum, serta restoran.
2. Dieng Plateau Theater
Teater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng. terletak di bukit sebelah barat telaga warna, di puncak bukitnya bisa melihat pemandangan telaga warna dan pengilon.
3. Air Terjun Sikarim
Air terjun yang merupakan terusan dari air telaga cebong. Terletak di tengah tengah antara desa sembungan dan desa mlandi garung. Perjalanan akan menarik jika kita berangkat dari desa sembungan, karena kita serasa berjalan diatas awan yg berada dibawah kita.
4. Sumur Jalatunda
Sumur yang bukan buatan manusia ini terletak di desa Pekasiran. Merupakan kepundan gunung berapi yang meletus dan terisi air menjadi sumur dengan kedalaman 100 m dan mempunyai garis tengah kurang lebih 90 meter. Konon Sumur Jalatunda merupakan salah satu pintu gaib menuju penguasa Laut Selatan.
5. Gardu Pandang Dieng
Dengan ketinggian 1800 m diatas permukaan laut, dari atas gardu pandang dapat menikmati pemandangan yang sangat indah, dan dipagi hari dapat pula melihat matahari terbit dengan cahaya keemasan atau dengan istilah “Golden Sun Rise”. Kalau dari arah wonosobo pasti melewati gardu pandang ini. Kalau dari arah wonosobo pasti melewati gardu pandang ini.
6. Bukit Sikunir
Salah satu bukit yang wajib dikunjungi. Bukit sikunir menyajikan pemandangan alam yang sangat indah, terutama saat matahari terbit. Terkadang Para wisatawan rela kedinginan untuk menginap dibukit Sikunir demi mendapatkan momen “Sunrise” yang sempurna.
Dataran tinggi dieng memang menyajikan banyak ragam wisata untuk dijamah dan dikunjung. Sangat disarankan untuk lebih baik menginap walau semalam untuk meng-explore kawasan ini. Sungguh rugi jika anda berwisata kekawasan dieng namun tidak semua obyek disinggahi. Untuk bermalam dikawasan dieng jangan kawatir, karena dikawasan wisata banyak hotel dan vila-vila maupun homestay dengan beragam harga dan fasilitas.
Untuk menuju ke objek wisata dieng, kita bisa melalui jalur Wonosobo. Jalur ini yang paling mudah dan banyak petunjuk jalan menuju kesana. Jalur dari wonosobo juga menyajikan pemandangan yang menakjubkan. Sepanjang jalan akan diwarnai hijaunya sayuran dari perkebunan dan pertanian masyarakat setempat. Selain itu juga banyak tebing maupun bukit yang menarik untuk dijadikan background foto untuk para wisatawan. Angkutan umum menuju dieng pun sudah banyak dari kota Wonosobo. Sehingga memudahkan para wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi ataupun para backpacker.
Sepulang dari dieng, direkomendasikan untuk singgah sejenak di kota Wonosobo. Kota yang hawanya sejuk ini menyajikan banyak kuliner menarik, seperti mie ongklok yang khas wonosobo, tempe kemul, carica (buah pepaya khas wonosobo yang dijadikan manisan), kacang dieng, atau bisa juga mencoba minuman gingseng khas wonosobo yaitu purwaceng.
Sekedar tips jika anda ingin berwisata ke dieng. Rencanakan dahulu apakah akan menginap atau tidak. Bawalah baju hangat, karena udara di kawasan dieng sangat dingin. Sedia makanan secukupnya untuk malam hari, walaupun banyak warung makanan, namun akan sangat berguna bagi anda yang malas keluar karena dingin.
Selamat jalan-jalan
Pengirim :
Wirawan Wicaksono
Perum Griya Pesona Mulia No.1n Jl. Gempol Raya Condongcatur Jogjakarta
Email : iwanzhimura17@gmail.com


